Rasulullah SAW Pendidik Profesional

Drs. Syamsul Maarif, M.Pd Pada Pembinaan Guru PAI dan Madarasah Kabupaten Tanjung Jabung Timur  Tanggal 2 Desember 2011

Pendidik memiliki arti dan peranan yang sangat penting dalam pandangan Islam. Hal ini disebabkan ia memiliki tanggung jawab dan menentukan arah pendidikan. Itulah sebabnya Islam Sangat menghargai dan menghormati seorang pendidikan. Allah berfirman dalam surat al Mujadalah ayat 11 :
Artinya : “....niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk mu, dan apabila dikatakan: berdirilah kamu, maka berdirilah. Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang berlimu beberapa derajat ....”

Agama itu bertujuan memberikan tuntunan yang ideal ke dalam kehidupan yang nyata. Di dalam agama Islam segala aktivitas kehidupan manusia harus bernilai ibadah, sebab Allah menciptakan manusia bukan untuk tujuan yang lain, melainkan untuk beribadah kepada Allah SWT dengan penuh kesadaran. Agama tidak akan usang dengan adanya perkembangan dan kemajuan zaman dan teknologi, bahkan agama akan memberikan bantuan dan dukungan dengan sikap mental para penganutnya.

Kalau pendidikan agama di sekolah umum tidak diberi alokasi waktu tersendiri atau dengan kata lain cukup diselipkan pada mata pelajaran lain, kalau itu yang menjadi tujuan atau yang dimaksud maka sudah dipastikan bahwa anak-anak di sekolah umum tidak akan mengerti lagi isi agama. Mereka paling-paling mengetahui tentang garis-garis besar agama. Kalau itu terjadi maka tujuan pendidikan agama di sekolah, yaitu untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan menjadikan seseorang untuk dapat memahami agama yang dianutnya,  dan mengamalkannya tidak mungkin akan tercapai”.(Saridjo, 1996:38). Rasulullah SAW berhasil membentuk karakter bangsa Arab yang Keras dan Sadis kembali menjadi karakter bangsa Arab yang Marhumah dan Berkarakter mulia (Uswatun Hasanah) dalam satu generasi.

19.01 | Posted in | Read More »

Perayaan Maulid, Bupati Bersama Kepala Kemenag Resmikan Rumah Tahfiz


KEMENAGTANJABTIM.COM | Muara Sabak(Hukmas) -- Peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW tahun 2012 kali ini dipusatkan di Masjid Agung Nur Addarojat Komplek Perkantoran Bukit Menderang Muara Sabak. Tampak ratusan warga yang berbaur bersama para pejabat begitu antusias memadati masjid agung Nur Addarojat kamis(16/2).
Dalam sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tanjab Timur  H. Syakroni, S.Ag mengajak kepada seluruh jama’ah yang hadir agar selalu menauladani kepribadian Rasulullah , sehingga kita dapat selamat baik di dunia maupun di akhirat nanti.
“Rasulullah dalam dakwahnya pada saat islam pertama kali hadir ke tengah-tengah masyarakat arab sering  kali menghadapi tantangan dari para kaum kafir Qurais, akan tetapi rasulullah tidak serta merta kendur semangatnya untuk mensyiarkan agama islam walaupun nyawanya sendiri yang dipertaruhkan, mari kita bersama pada kehidupan sekarang ini selalu menauladi kepribadian rasulullah, dalam peringatan maulid kali ini kita mengenang kembali nabi kita tercinta Muhammad SAW, semoga kita semua semakin cinta kepadanya ujarnya.
Bupati Tanjung Jabung Timur Zumi Zola Zulkifli dalam sambutannya menekankan apa yang harus kita hindari dalam kehidupan sehari-hari adalah perbuatan menggunjing diantara sesama, karena hal tersebut merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan dalam ajaran islam. “kegiatan menggunjing orang lain adalah merupakan  perbuatan fitnah yang tanpa kita sadari dapat merugikan orang lain” tuturnya.
Kegiatan maulid kali ini menghadirkan penceramah H.Ramli, S.Ag M.Pd.i, dalam uraian ceramahnya H.Ramli  menekankan peringatan maulid nabi tidak hanya peringatan seremonial semata, akan tetapi banyak hikmah yang dapat dipetik dari peringatan tersebut dengan cara mencari tauladan Rasulullah serta menjadi momentum untuk selalu mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT.
Pada acara maulid tersebut  bupati Zumi Zola juga  secara simbolis mengalungkan tanda peserta pengajian tahfiz Alqur’an serta meresmikan pembangunan asrama untuk santri Hafiz dan Hafizah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (pie).

18.25 | Posted in | Read More »

Membangun dengan Kasih


 M. Syukron Maksum*
 
Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Khattab ra., dia berkata: ‘Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Islam dibangun di atas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.”
(Riwayat Turmuzi dan Muslim).

***

Dan saat turun perintah zakat, Tsa’labah menolak untuk mengeluarkan zakat ternaknya.
“Celakalah Tsa’labah,” kata Nabi. Hingga turun ayat Al-Qur’an yang mengecam ketamakan Tsa’labah.
Tsa’labah ketakutan ketika mengetahuinya. Ia datang kepada Nabi untuk berzakat, tapi Nabi menolaknya. “Allah melarang aku menerimanya,” tegas Nabi.
Tsa’labah menangis tersedu-sedu. Setelah Nabi wafat, Tsa’labah menyerahkan zakatnya kepada Abu Bakar, kemudian Umar, tetapi kedua khalifah itu menolaknya. Tsa’labah menderita hingga akhir hidupnya.
Pada awalnya, Tsa’labah hidup miskin. Ia meminta Nabi Muhammad mendoakannya agar menjadi kaya.
“Tidak, kekayaan membuatmu lalai,” tolak Nabi.
“Aku berjanji akan lebih rajin beribadah dan mengelola harta dengan baik jika kaya,” janji Tsa’labah kepada Nabi.
Akhirnya Nabi tak kuasa menolak. Nabi mendoakan Tsa’labah. Benar saja, tak lama kemudian ternak Tsa’labah semakin banyak. Karena saking banyaknya, Tsa’labah harus membuat peternakan di luar Madinah. Hal ini tentu saja sangat merepotkan. Juga membuatnya sering meninggalkan shalat berjamaah bersama Nabi.
Semakin lama Tsa’labah semakin jauh dari Nabi, bahkan shalat Jum’at dan shalat Jenazah-pun ditinggalkannya. Dan puncak, ia menolak membayar zakat.
***
Islam itu dibangun dengan asas kasih sayang. Aslinya, Allah sebenarnya tidak membutuhkan pengakuan manusia, tapi karena Allah tahu kita butuh itu, maka pengakuan akan ketuhanan Allah diwajibkan oleh-Nya. Lalu dengan pengakuan diiringi ketaatan itu, kita mendapatkan karunia dan kasih sayang yang lebih dari Allah swt., dan itu sangat menguntungkan kita.
Begitu juga dengan pengakuan akan Rasulullah saw sebagai utusan. Hal itu sangat menguntungkan kita, karena dengannya kita akan mendapatkan syafaat dan pengampunan di Hari Kiamat, selain juga kemudahan-kemudahan dan keberkahan-keberkahan lain di dunia. Apalagi Rasulullah saw memang sangat mencintai kita, ummat beliau. Bahkan di saat-saat terakhir hidupnya, yang beliau khawatirkan adalah nasib kita. Ummati, ummati, ummati. Ummatku, ummatku, ummatku, gumamnya saat ajal hampir menjelang, karena sangat mengkhawatirkan keadaan kita sepeninggal beliau. Rasulullah mengajari kita kasih sayang dengan cara memberikan cinta sepenuh jiwa untuk kita ummatnya.
Tidak hanya itu, Allah juga mengajari kita untuk menebar kasih dan cinta pada sesama dalam perintah-perintah yang termaktub dalam pondasi Islam lainnya, yakni perintah shalat, zakat, puasa dan haji. Semuanya mengandung pesan-pesan moral yang mengajari kita untuk peduli dan saling mencintai sesama makhluk Allah. Demikian besarnya arti sebuah pesan moral, hingga Rasulullah menilai ‘harga’ suatu ibadah dinilai dari sejauh mana kita menjalankan pesan moralnya. Jika ibadah itu tidak meningkatkan akhlak kita, Rasulullah menganggap ibadah itu tak bermakna. 
Dalam perintah puasa, misalnya. Seseorang bisa saja melaksanakan ibadah puasa dan sanggup mematuhi seluruh ketentuan fikih, tetapi dia sering tak sanggup mewujudkan seluruh pesan moral ibadah puasa itu. Rasulullah saw bersabda: “Banyak sekali orang berpuasa, tetapi tak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.” Mudah memang menahan makan dan minum hingga maghrib, tapi menjaga diri dari menggunjing, menghina, menahan pandangan mata dan peduli pada penderitaan orang lain tidaklah mudah.
Jalaluddin Rakhmat mengutarakan sedikitnya ada 3 pesan moral utama ibadah puasa, yaitu: Pertama, Supaya kita menjaga diri dari memakan sembarang makanan. Bahkan makanan halal pun tidak boleh dimakan sebelum datang waktunya yang tepat. Jadi, jangan sembarang makan. Ali bin Abi Thalib r.a berkata: “Jangan jadikan perutmu sebagai kuburan hewan.”
Kedua, jangan jadikan perut kita sebagai kuburan orang lain. Jangan pindahkan tanah dan ladang orang kecil ke perut kita. Seperti yang umum terjadi saat ini, demi mengejar kekayaan dan status sosial, hak-hak orang lain dirampas dengan semena-mena. Ketiga, ibadah puasa mengajarkan kita bahwa walaupun harta itu milik kita, kita tak boleh memakannya sendiri. Ali r.a pernah berkata: “Tidak pernah aku melihat ada orang yang memperoleh harta yang berlimpah kecuali disampingnya ada hak orang lain yang ia sia-siakan.” Ada hak fakir miskin, orang-orang terlantar, dan mereka yang nasibnya kurang beruntung pada harta berlimpah yang kita miliki. Puasa tak bermakna apa-apa sebelum kita memperhatikan secara tulus terhadap orang-orang yang menderita di sekitar kita.
Indikasi bahwa pesan moral ini penting dan harus senantiasa kita perhatikan adalah jika kita melakukan hal-hal yang dilarang dalam ketentuan fikih yang berhubungan dengan ibadah-ibadah wajib, maka tebusannya adalah menjalankan pesan moral ibadah itu. Misalnya dalam ibadah puasa, sepasang suami istri yang berhubungan badan saat puasa Ramadhan, kifaratnya adalah memberi makanan enam puluh orang miskin. Demikian pula untuk pelanggaran lain, selalu ada ketentuan untuk menebus dengan pesan moral puasa, yaitu perhatian terhadap sesama. Maka dari itu puasa yang kita laksanakan harus benar-benar merasuk ke dalam jiwa, dan salah satu indikasi pentingnya adalah meningkatnya perhatian dan kasih sayang kita pada sesama. Hal ini juga berlaku dalam rukun-rukun Islam yang lain, selalu terkandung pesan moral yang kurang lebih sama.
Itulah Islam, itulah garis perjuangan dalam membangun agama Allah ini. Kita diajari untuk senantiasa menebar kasih sayang dan mencintai sesama makhluk, agar kehadiran kita benar-benar sesuai harapan Allah: yakni menjadi rahmat bagi seluruh alam. Tak patut rasanya jika kita mengaku membangun Islam, tapi melakukannya dengan jalan kekerasan, kebencian, dan kerusakan.
Wallahu a’lam.

*M. Syukron Maksum, Kepala MTs Al-Ishlah Manunggal Makmur, Penyuluh Agama, Pegiat Program “Yuk Umroh 17 Mei 2012” Info: 085268206617, fb: Muhammad Syukron Maksum, twitter: @syukronms. weblog: www.syukronmaksum.tk

04.32 | Posted in | Read More »

DPR Minta Pemerintah Perhatikan Honor Penyuluh Agama

KEMENAGTANJABTIM.COM | Jakarta (Pinmas) -- Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Surahman Hidayat mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib penyuluh agama Islam honorer yang digaji hanya sebesar Rp150 ribu/bulan.
"Nasib mereka perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Honor sebesar Rp150 ribu/bulan mana cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi jika ditambah dengan berapa banyak jumlah anggota keluarganya," ujar Surahman di Jakarta, Selasa. 


Lebih memprihatinkan lagi para tenaga penyuluh yang bertugas di daerah terpencil atau pulau-pulau kecil yang membutuhkan dana transportasi hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk datang membawa laporan bulanan mereka ke kantor Kemenag kabupaten.
Pemerintah, ujar dia, harus memperhatikan nasib mereka dengan menaikkan honor mereka sesuai dengan standar kebutuhan yang layak. 


Menurut dia, para penyuluh agama Islam ini mempunyai tugas berat dan mulia untuk membimbing umat agar bertakwa kepada Allah Swt dan menjabarkan semua aspek pembangunan kepada masyarakat melalui jalur Agama. 


Lebih lanjut dikatakannya bahwa tantangan yang dihadapi penyuluh agama sekarang ini juga semakin komplek sesuai dengan kemajuan zaman sehingga dibutuhkan tenaga penyuluh agama yang memiliki kualitas
SDM handal dan mampu menjawab permasalahan yang ada sekarang.
Karenanya, Surahman menegaskan, mereka berhak mendapatkan imbalan yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mereka. "Tanpa imbalan yang seimbang, kita sulit merekrut tenaga-tenaga penyuluh yang memiliki kemampuan memadai dan siap untuk membina umat setiap saat," ujarnya. 


Surahman juga mengingatkan bahwa program penyuluhan agama merupakan program yang terencana, dengan metode-metode yang tepat dan cara melaksanakan tugas yang efektif dan efisien sehingga mencapai hasil yang sebaik-baiknya.
Karena para penyuluh itu berada di garda terdepan pembinaan umat, Surahman berpendapat, maka mereka perlu diberikan bimbingan dan pengetahuan agar kualitas mereka selalu meningkat.
Secara terpisah, anggota Komisi
VIII DPR RI Abdul Hakim mengemukakan bahwa pemberian honor sebesar Rp150 ribu/bulan tersebut sangat tidak manusiawi mengingat tugas yang berat dalam membina umat.


"Saya menyesalkan rendahnya honor yang diberikan pada penyuluh agama. Honor sebesar Rp150 ribu/bulan itu masih jauh dibawah
UMR saat ini yang rata-rata Rp1 juta/bulan atau Rp5.681/jam. Dengan biaya hidup yang tinggi dan tuntutan kerja 24 jam, seharusnya penyuluh agama mendapat apresiasi yang lebih baik," katanya.
Dalam
APBN tahun 2012, Kementerian Agama mengalokasikan anggaran sekitar Rp142,4 miliar untuk honor lebih dari 115 ribu penyuluh agama Islam profesional.
Abdul Hakim juga mendesak Kemenag meningkatkan honor tenaga penyuluh, minimal bisa disesuaikan dengan besaran
UMR. (ant/ess)
Sumber: Kemenag RI

02.48 | Posted in , | Read More »

Jelang UN dan UAMBN Kemenag Lakukan Sosialisasi

KEMENAGTANJABTIM.COM | Muara Sabak (Hukmas) -- Menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) dan Ujian Nasional (UN) yang akan di laksanakan pada bulan Maret dan April ini.  Kementerian Agama Tanjung Jabung Timur melaksanakan sosialisasi UAMBN dan UN di Aula Kantor Kementerian Agama Tanjung Jabung Timur yang  di ikuti oleh seluruh kepala MA , MTS dan MI  se-Kabupaten Tanjung Jabung Timur (25/1).Adapun jumlah peserta yang akan melaksanakan UAMBN  untuk  MA sebanyak 379 peserta, untuk MTS  sebanyak 694 peserta sedangkan  untuk MI  sebanyak 153 peserta. 
 
 Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Timur  yang di wakili oleh Kasi Mapenda Zainal Arifin MHI, duduk sebagai  pemateri dari Bagian Mapenda Kanwil Kemenag Propinsi jambi  yaitu Kasi Evaluasi dan Supervisi Darmiati M.PD. 
 
Dalam sambutannya Kasi Mapenda Kemenag Tanjabtimur mengharapkan kepada seluruh kepala madrasah se-Kabupaten Tanjung Jabung Timur agar segera menyiapkan diri dalam rangka menghadapi Ujian Akhir Madrasah berstadar Nasional (UAMBN)  dalam waktu dekat dengan jadwal pelaksanaan untuk Madrasah Aliyah tanggal 19 Maret 2012 untuk MTS tanggal 26 Maret sedangkan untuk madrasah Ibtidaiyah tanggal 2 April 2012.
“kita harapkan bagi kepala sekolah yang madrasah nya di tunjuk sebagai penyelenggara  UAMBN ini agar menyiapkan diri semaksimal mungkin demi suksesnya UAMBN tersebut”ujar Zainal Arifi. MHI.
 
Lebih lanjut Kasi Mapenda mengharapkan agar usai UMBN ini agar kepala sekolah menyiapkan diri untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) 2012 ini. “dimana standar kelulusan siswa untuk MA  dan MTS 60 persen berasal dari nilai ujian nasional sedangkan 40 persen berasal dari nilai  madrasah, dimana nilai dari madrasah ini 60 persen berasal dari nilai UAMBN dan 40 persen berasal dari nilai rata-rata rapor siswa. nilai kelulusan minimal nilai komulatif yaitu 5,5, sedangkan nilai per mata pelajaran yangn di UN kan minimal 4,0”ungkapnya, sedangkan untuk kelulusan madrasah Ibtidaiyah di tentukan oleh  rapat dewan guru madrasah penyelenggara UN. (azz/pie)

19.23 | Posted in , , | Read More »

Peminat Umrah 2012 Diperkirakan Meningkat

KEMENAGTANJABTIM.COM | Jakarta (Pinmas) -- Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar berharap peminat umrah pada tahun ini mengalami peningkatan. Untuk itu Garuda berupaya memberikan pelayanan bagi masyarakat yang akan beribadah sekaligus wisata dengan harga yang terjangkau.

"Kita ingin masyarakat kita beribadah serta wisata dengan harga yang terjangkau," kata Emirsyah Satar pada pembukaan Garuda Indonesia Internasional Islamic Expo (GAIIIE) 2012 di JCC Senayan Jakarta, Jumat (20/1). Tampak hadir Sekretaris Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Cepi Supriatna, serta pimpinan asosiasi penyelenggara haji dan umrah.
"Banyak harga khusus yang ditawarkan, salah satunya dari maskapai nasional, Garuda Indonesia. Garuda Indonesia memberikan diskon 10% untuk seluruh penerbangan domestik dan 15% untuk penerbangan luar negeri," papar Emirsyah.


"Khusus pengguna kartu kredit Bank Mandiri akan mendapatkan keuntungan ekstra, yaitu bisa membayar dengan cicilan selama 3 bulan," imbuh Executive Vice President for Coordinator Customer Finance Bank Mandiri, Mansyur S Nasution, Pameran yang sudah memasuki tahun ketujuh ini diikuti oleh 3 asosiasi, yaitu asoasiasi MICE, asosiasi umrah dan haji, dan asosiasi travel. Dari 87 stand travel agent yang mengikuti, 34 di antaranya adalah perusahaan asing, 28 travel umroh dan haji, dan 15 biro perjalanan umum.


Selain itu diikuti peserta tour and travel yang datang langsung dari Spanyol, yaitu Golden Palm Group International. Agen travel ini ternyata memiliki paket Islamic Tour ke Andalusia yang diberi judul "Andalusia, Journey To A Lost Kingdom".


Direktur Pemasaran Garuda Arif Wibowo mengatakan, pada tahun 2011, lebih dari 300 ribu umat Muslim dari tanah air menunaikan ibadah umrah. "Diperkirakan tahun ini meningkat, karena daftar tunggu ibadah haji sudah cukup banyak, masyarakat bisa umrah dulu," katanya. (ks)


Sumber: kemenag.go.id

19.17 | Posted in , , | Read More »

Cinta Tak (Mungkin) Terbalas


M. Syukron Maksum*

Dari Umar ra, dia berkata: “Suatu hari ketika kami duduk-duduk di sisi Rasulullah saw tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun di antara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk di hadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lutut Rasulullah saw seraya bertanya, ‘Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam.’ Maka bersabdalah Rasulullah: ‘Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu.’ Kemudian dia berkata, ‘Anda benar.’ Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan.
Kemudian dia bertanya lagi: ‘Beritahukan aku tentang Iman.’ Lalu beliau bersabda, ‘Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.’ Kemudian dia berkata, ‘Anda benar.’ Kemudian dia berkata lagi: ‘Beritahukan aku tentang ihsan.’ Lalu beliau bersabda, ‘Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau.’ Kemudian dia berkata, ‘Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya).’ Beliau bersabda, ‘Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.’ Dia berkata, ‘Beritahukan aku tentang tanda-tandanya.’ Beliau bersabda, ‘Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin lagi penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya.’
Kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Lalu beliau saw bertanya, “Tahukah engkau siapa yang bertanya?”. Aku berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.“ Beliau bersabda, “Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian.“
(Riwayat Muslim)

***

Di Tanjung Balai, hiduplah seorang anak miskin dan yatim, namanya Simardan. Pada suatu hari, dia pergi merantau ke negeri seberang, guna mencari peruntungan. Setelah beberapa tahun merantau dan tidak diketahui kabarnya, suatu hari ibunya yang tua renta, mendengar kabar tentang berlabuhnya sebuah kapal layar dari Malaysia. Pemilik kapal itu bernama Simardan yang tidak lain adalah anaknya yang bertahun-tahun tidak bertemu.
Bahagia anaknya telah kembali, ibu Simardan lalu pergi ke pelabuhan. Di pelabuhan, wanita tua itu menemukan Simardan berjalan bersama wanita cantik dan kaya raya. Dia lalu memeluk erat tubuh anaknya, Simardan.
“Anakku, kau telah kembali, Nak,” seru sang ibu dengan berurai air mata bahagia.
Tidak diduga, pelukan kasih dan sayang seorang ibu, ditepis Simardan. Bahkan, tanpa belas kasihan Simardan mendorong tubuh ibunya hingga terjatuh.
“Siapa kau? Aku bukanlah anakmu,” hardiknya.
“Bang, kalau memang wanita itu ibumu, akui saja. Kita ajak ke kapal dan kita hidup bersama,” rayu istrinya melihat bentakan Simardan pada ibunya.
Simardan justru membentak istrinya. “Apa kau bilang? Aku sudah tidak punya ibu. Dia bukan ibuku.”
“Enyahlah kau dari hadapanku, pengemis dekil,” hardik Simardan pada ibunya.
Ibunya menangis sedih. Ia tersedu-sedu melihat perlakuan anaknya pada dirinya. Lalu ia berdoa, “Tuhan, kalau dia adalah anakku, tunjukkanlah kebesaran-Mu.”
Usai berdoa, turun angin kencang disertai ombak yang mengarah ke kapal layar milik Simardan, sehingga kapal tersebut hancur berantakan. Sedangkan tubuh Simardan, tenggelam dan berubah menjadi sebuah pulau bernama Simardan.
Menurut legenda, para pelayan dan istrinya pun ikut kena batunya. Mereka berubah menjadi kera putih, karena kesalahan Simardan. Mereka hidup di hutan Pulau Simardan. Sekitar empat puluh tahun lalu, masih ditemukan kera putih yang diduga jelmaan para pelayan dan isteri Simardan.

***
Kiamat sudah dekat. Pernyataan ini tampaknya bukanlah isapan jempol, karena bukti-bukti yang menunjukkan kiamat hampir tiba nampak di depan mata. Tanda-tanda akan berakhirnya alam semesta ini semakin banyak bermunculan, diantaranya semakin banyak ditemukan anak yang durhaka pada kedua orangtuanya, dan munculnya si miskin yang tiba-tiba menjadi kaya dengan cara-cara yang tidak benar, lalu berusaha memporak-porandakan tatanan masyarakat.
Salah satu tanda akan datangnya kiamat, sesuai hadis di atas adalah, banyaknya anak yang durhaka kepada orangtuanya. Bibit-bibit pembangkangan terhadap orang tu sebenarnya sudah mulai bersemi pada masa Nabi Adam, yakni saat salah satu anaknya membangkang perintah Adam untuk dinikahkan pada pasangan yang sudah ditentukan sesuai petunjuk Allah. Dan kini, pola dan bentuk perbuatan durhaka pada kedua orang tua mengalami banyak perubahan, namun intinya tetap sama, menyakiti hatinya dan tak peduli akan jasa kedua orangtua.
Sudah menjadi sunnatullah atau ketetapan Allah, bahwa kebaikan akan berbuah kebaikan dan kejahatan berbalas kejahatan. Betapa besar jasa dan kebaikan kedua orang tua, yang telah merawat dan menyayangi kita dari mulai janin hingga dewasa, ikhlas tanpa berharap balas. Tapi anak-anak yang durhaka memutus mata rantai sunnatullah itu, kebaikan orang tua dibalas dengan kebencian dan kejahatan, maka murka Allah-pun datang, seperti kisah Simardan di atas. Apalagi jelas-jelas ditegaskan Rasulullah saw, bahwa ridha Allah sangat bergantung pada ridha kedua orangtua, demikian pula murka-Nya.
Jangankan durhaka, tak membuat ibu bapak bahagia dan bersikap biasa-biasa saja-pun sebenarnya sebuah kerugian luar biasa. Bagaimana tidak, dengan mudah kita bisa melobi Allah: berharap ampunan dari dosa-dosa kita, memohon kemudahan rezeki, minta dipanggil ke tanah suci, ingin mendapat jodoh terbaik dan keinginan-keinginan dunia-akhirat lainnya, asalkan kita berusaha membuat kedua orang tua ridha pada kita. Doa orang tua adalah doa dahsyat luar biasa, tapi kita sering mengabaikannya, berdoa sendiri dengan sangat percaya diri, dan tak hendak meminta restu mereka. Datang mengadu pada saat dirundung masalah, tapi tak ingat sama sekali saat bergelimang rezeki.
Ada yang salah dengan kebanyakan kita. Maka jangan tunda lagi, saat bersimpuh atau minimal telpon orang tua, tanyakan kabarnya dan meminta ridha serta doa restu agar keinginan-keinginan tercapai dan hidup kita bahagia. Buat kedua orang tua bangga dengan prestasi di bidangnya masing-masing. Dan jangan lupa, berikan sesuatu yang membuat mereka bahagia: mengirim uang setiap bulan, mengumrohkan atau berangkatkan haji jika mereka belum ke sana, mencukupi kebutuhannya dan sebagainya. Lakukan semampu kita sembari berusaha meningkatkannya. Bukan nilainya yang penting, tapi hal itu menunjukkan perhatian kita. Semua itu memang tak akan mampu membalas kebaikan mereka, namun setidaknya mereka mengerti bahwa kita menyayangi mereka, meskipun belum bisa menandingi rasa sayang mereka pada kita.
Jangan pernah main-main dengan hal ini, karena akibatnya sangatlah fatal. Cinta kedua orang tua memang tak akan pernah terbalaskan, dan mereka jika tak meminta balasan, tapi jika kita tak berusaha membalasnya, atau dengan memberikan balasan sebaliknya, maka kerugianlah yang akan diterima.
Wallahu a’lam.

*Kepala MTs Al-Ishlah Kuala Jambi, Penyuluh Agama, Pegiat Program “Yuk Umroh 17 Mei 2012” HP. 085268206617, fb: Muhammad Syukron Maksum, twitter: @syukronms.

18.14 | Posted in | Read More »